Translate

Sunday, May 10, 2015

Bolehkah bermewah ketika berpakaian?

Boleh tak kita berpakaian mahal- mahal? Macam mana ek dalam masa yang sama, nak mendapat pahala dari tawadhu atau tidak? Hah, kat sini, kadang-kadang mungkin kita confuse kan? cekdisout~

Dari Mu’adz bin Anas, ia berkata,
مَنْ تَرَكَ اللِّبَاسِ تَوَاضُعًا لِلَّهِ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ دَعَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنْ أَىِّ حُلَلِ الإِيمَانِ شَاءَ يَلْبَسُهَا
Barangsiapa yang meninggalkan pakaian (yang bagus) disebabkan tawadhu’ (merendahkan diri) di hadapan Allah, sedangkan ia sebenarnya mampu, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segenap makhluk dan ia disuruh memilih jenis pakaian mana saja yang ia kehendaki untuk dikenakan.” (HR. Tirmidzi no. 2481 dan Ahmad 3: 439. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Maksud hadith bahawasanya, ia bukan menghalang kita berpakaian baru dan bagus, tapi berpakaian yang berlebih-lebihan tak boleh la. Ok Aku bagi contohla.. baju yang berharga rm50 vs rm10, baju rm10 dah cukup bagus, kita mampu membeli baju yang rm50, kita tak beli sebab meninggalkan baju itu untuk tawadhu (merendah diri keapada Allah), jangan keliru sebab kita juga dianjurkan untuk berpakaian baru dan bagus dalam islam. Nabi صلى الله عليه و سلم juga berpakaian baru dan bagus, tidak pernah dalam riwayat Nabi menggunakan pakaian yang lusuh atau robek, tapi pakaian nabi صلى الله عليه و سلم daripada contothnya  cotton yaman, jubah berwarna merah dan bergaris hitam yang bagus dan baru. Doa tersebut ialah : 


: Sementara itu, doa kita melihat ORANG LAIN, memakai baju baru adalah :
Ilbis jadidan wa ish hamidan wamuttu shahidan
Maksud : Semoga dikau selalu memakai baju baru, dan semoga dikau selalu hidup bahagia, dan semoga saat dikau mati, mati dalam keadaan mati shahid. ISLAM ITU INDAH kan? NAAAMMM (YESS!!)
Untuk mengukuhkan hujjah di atas,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبَّ أَنْ يُرَى أَثَرُ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ
Sesungguhnya Allah suka melihat tampaknya bekas nikmat Allah kepada hamba-Nya.” (HR. Tirmidzi no. 2819 dan An Nasai no. 3605. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih)



No comments:

Post a Comment